Play,... Enjoy
Apa makna hidup ini untuk anda? Macam-macam ya?
Mungkin anda memaknainya sebagai perjuangan, belajar, ibadah, dan
sebagainya. Semua itu tentu sah-sah saja. Yang penting masih di
dalam koridor kebaikan.
Memaknai hidup secara definitif sangat penting bagi kita. Dengannya kita
akan menjalani hidup itu dengan kejelasan. Tujuan yang jelas. Arah
yang jelas. Aturan yang jelas. Proses yang jelas. Meski
demikian, kita tidak akan kehilangan fleksibelitas, warna dan variasi dalam
hidup.
Tulisan ini memberikan alternatif makna hidup itu tanpa mesti mengesampingkan
makna hidup yang anda yakini sekarang. Alternatifnya yaitu: “Life is a
game. Hidup adalah permainan”.
Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata ‘games’? Mungkin
Play Station, menyenangkan, asyik, games di computer, level, hadiah, menang,
kalah, bisa diulang, dan sebagainya. Nah, hidup ternyata banyak sekali
kesamaannya dengan permainan di Play Station itu.
Jadi, ketika anda memaknai hidup anda sebagai permainan, maka anda sadar bahwa:
* Anda dapat menikmati hidup anda, apapun yang terjadi.
Susah senang bisa anda nikmati. Menikmati kesenangan tentu sudah biasa, tapi
menikmati kesusahan? Nah, di situlah letak keasyikan permainan hidup ini.
* Anda dapat mengulang hidup anda.
Memperbaiki kesalahan-kesalahan tanpa terbebani olehnya. Karena kesalahan
adalah hasil tindakan. Dan tindakan adalah muara dari bergeraknya
potensi-potensi anda. Jadi, apa salahnya dengan kesalahan? Ia sudah
terjadi. Jangan menyalahkan kesalahan. Tak ada gunanya.
* Anda berada di suatu level permainan tertentu dengan berbagai masalah dan
tantangannya.
Dengan terus main, anda akan dapat melewati level itu dan memasuki level baru
yang lebih mengasyikkan.
* Semua orang di dunia ini adalah kawan-kawan anda.
Anda akan menemukan bahwa sebenarnya orang-orang di sekitar anda – apakah
mereka baik atau buruk sikapnya – adalah kawan main dalam game of life anda.
Mau kah anda main sepak bola tanpa lawan? Dengan lawan yang sepadan,
permainan akan menggairahkan. Karena itu, pada hakikatnya semua orang
adalah kawan ‘main’ anda.
* Anda terbebas dari semua ketakutan yang tidak perlu.
Dengan menjadi pemain dalam game of life, mengalami hal-hal yang misterius
(hal-hal yang tadinya anda takuti) jauh lebih berharga dari kehilangan
hal-hal yang anda miliki. Dan untungnya, gairah untuk main itu justru
membuat hal-hal yang ditakutkan itu tidak terjadi.
* Anda bisa dengan lebih mudah memperoleh hal-hal yang anda inginkan.
Dengan menjadi pemain dan terlepas dari ketakutan, anda membebaskan
potensi-potensi anda. Anda mengaktifkan salah satu law of life yang
sangat kuat yaitu, The Law of Attraction, Hukum Tarik Menarik. Anda pun
bisa focus pada hal yang anda inginkan, bukan hal yang menghalanginya.
Dan ketika anda focus pada keinginan anda, anda memusatkan sumberdaya anda
padanya. Anda kembali mengaktikan Law of Life lain : The Law of
Action. Inilah juga yang membuat keinginan itu lebih mudah anda dapatkan.
* Anda bisa hidup penuh ketenangan.
Anda sadar anda adalah pemain yang sebenarnya tak punya apa-apa. Anda
hanya diberi hak untuk bermain. Orang yang tak punya apa-apa tidak akan
kehilangan apa-apa. Inilah anugerah yang luar biasa dari Yang Maha
Kuasa. Tidak punya apa-apa, tapi boleh main dan menikmatinya.
Wow…
* Ada aturan-aturan main yang justru membuat anda bebas.
Ada aturan dalam setiap permainan, termasuk permainan hidup. Aturan ini
ada agar para pemain bisa bebas bermain. Tanpa aturan, pada hakikatnya
tidak ada kebebasan.
* Anda menjadi pemain, bukan korban permainan.
Dengannya anda betul-betul bisa memegang kendali atas hidup anda. Berbeda
dengan orang-orang yang tidak menjadi pemain. Mereka seperti robot yang
tak punya kendali atas diri mereka sendiri. Mereka dikendalikan
oleh tiga hal : orang lain, hal-hal yang mereka miliki dan hal-hal yang terjadi
pada diri mereka. Para pemain sebaliknya.
Karena itu, jadilah pemain. Ambil keputusan tegas untuk menjadi
pemain. Hidup anda dan diri anda sendiri terlalu berharga bila anda hanya
menjadi korban permainan. Jadilah pemain.
Buat orang-orang di sekitar anda untuk menjadi pemain juga. Jangan buat
mereka menjadi korban permainan anda. Bila anda melakukannya, akan datang
saatnya ketika anda yang menjadi korban. Tidak ada yang lebih tragis dari
seorang pemain yang mengira dirinya pemain, padahal ia adalah korban.
Korban siapa? Korban permainannya sendiri.



0 komentar:
Posting Komentar